Sabtu, 28 April 2012

STP Anaerobic Aerobic Submerged Bio filter 300 m3 / hari

Setelah kita menghitung debit air buangan dari bangunan, selajutnya kita menghitung kapasitas STP, Setelah itu kita memilih type STP yang cocok. kebanyakan para perancang Plumbing bangunan, jarang sekali bahkan boleh dibilang tidak pernah merancang Sewage Treatment Plant. Kebanyakannya menyerahkan sepenuhnya kepada vendor. Hal ini mungkin karena kerumitan atau mungkin karena waktu perencanaan yang sangat mepet. Merancang STP pada dasarnya adalah merancang dimensi dan kapasitas peralatan STP.

Anaerobic Aerobic Submerged Bio filter adakah salah satu dari berbagai macam STP dengan proses pengolahan biologis. Terjadi reaksi kimia biologis didalam reaktor reaktor STP. Untuk menghitung kapasitas peralatan dan dimensi bak bak reaktor, terlebih dahulu kita harus memahami cara kerja dari STP itu sendiri. Dalam pikiran kita tentunya terbayang rumus-rumus rekasi kimia yang sangat rumit, sulit dimenegerti dan menakutkan. Nah, dalam tulisan saya kali ini saya tidak akan menyentuh tentang rumitnya reaksi kimia bilologis yang terjadi di dalam STP, tetapi sebaliknya saya mengajak para pembaca untuk mencoba merancang sebuah STP dengan menggunakan parameter parameter besaran FISIKA. Parameter yang dipakai di sini adalah Debit (satuan volume per satuan waktu), Luas (panjang x lebar) dan Volume (panjang x lebar x tinggi). Reaksi - reaksi kimia itu telah disederhanakan menjadi koefisien - koefisien dengan nilai tertentu yang didapat dari percobaan, penelitan secara empirik ataupun perhitungan dari penelitan para pakar. Nama lain yang biasa dipakai dipasaran adalah :

  • STP bio media
  • STP biofilter
  • STP bio
  • dan lain lain

Banyak sekali vendor - vendor yang memproduksi STP / IPAL jenis ini dalam bentuk paket dengan konstruksi fiber glass sebagai tanki reaktornya. Terkadang vendor hanya memberikan informasi kapasitas dalam satuan M3/hari untuk produk produknya tanpa memberikan penjelasan dengan jelas mengenai jenis dan voleume media yang digunakan juga kapasitas rotating equipment yang dipasang. Ada baiknya kita menentukan dengan spesifik dari komponen-komponen STP yang akan dipasang pada bangunan yang kita rancang.

Berikut ini adalah contoh hitungan sederhana untuk menentukan dimensi dari bak-bak reaktor atau peralatan rotating equpiment / peralaltan berputar dari STP / Sewage Treatment Plant Anaerobik Submerged Bio Filter.

Kapasitas Disain yang direncanakan

Kapasitas Pengolahan: 300 m3 per hari

: 12,5 m3 per jam

: 208,34 liter per menit

BOD Air Limbah rata-rata: 300 mg/l

Konsentrasi SS: 300 mg/l

Total efisiensi Pengolahan: 90-95 %

BOD Air Olahan: 20 mg/l

SS Air Olahan: 20 mg/l

Perhitungan Disain

1.2.1.Disain BAk Pemisah Lemak/Minyak

BAk pemisah lemak atau grease removal yang direncanakan adalah tipe gravitasi sederhana. Bak terdiri dari dua buah ruangan yang di lengkapi dengan bar screen pada bagian inletnya.

Kapasitas pengolahan: 300 m3 per hari

: 12,5 m3 per jam

: 208,34 liter per menit

Kriteria perencanaan: Retention Time = ± 30 menit.

30

Volume bak yang diperlukan =¾¾¾hari X 300 m3/hari = 6.25 m3

60 x 24

Dimensi Bak :

Panjang: 4,0 m

Lebar: 1,6 m

Kedalam air: 1,0 m

Ruang Bebas: 0.,5 m

Volume Efektif: 3,6 m3

Konstruksi: Beton K300

Tebal Dinding: 20 cm

1.2.2.Disain Bak Ekualisasi / Bak Penampung Air Limbah

Waktu Tinggal di dalam Bak (HRT) = 4-8 Jam

Ditetapkan : Waktu tinggal di dalam bak ekualisasi 5 jam. Jadi,

5

Volume bak yang diperlukan = ¾¾¾ hari X 300 m3 / hari = 62.5 m3

24

Ditetapkan : Dimensi Bak :

Kedalaman bak: 2,0 m

Lebar bak: 4,0 m

Panjang bak: 8m

Tinggi Ruang Bebas: 0,5 m

Konstruksi: Beton K275

Tebal Dinding: 20 cm

Chek :

Volume efektif: 64 m3

Waktu Tinggal: HRT di dalam Bak = 5,12 jam

1.2.3.Pompa Air Limpah (PL)

Debit air limbah = 300 m3 /hari = 12,5 m3/jam = 208,34 liter per menit.

Spesifikasi Pompa:

Tipe: Pompa Celup / submersible pump

Tipe Kapasitas: 220 liter per menit

Total Head: 5 – 8 m

1.2.4.Bak Pengendapan Awal

Debit Air Limbah: 300 m3 / hari

BOD Masuk: 300 mg/l

Efisiensi: 25 %

BOD Keluar: 225 mg/l

Waktu Tinggal Di dalam BAk = 2 – 4 jam

3

Volume bak yang diperlukan = ¾¾¾ x 300 m3 =137,5 m3

24

Dimensi Ditetapkan :

Lebar: 4,0 m

Kedalaman air efektif: 2,0 m

Panjang: 5,0 m

Tinggi ruang bebas: 0,4 m (disesuaikan dengan kondisi lapangan)

Konstruksi: Beton K275

Tebal dinding: 20 cm

Chek :

Waktu Tinggal 9Retention Time) rata-rata (T) =

4 m x 5,0 m x 2 m

T =¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾ x 24 jam / hari =

300 m3 / hari

T = 3,2 jam

300m3 / hari

Beban permukaan (surface loading) = ¾¾¾¾¾¾ =15 m3 / m2. hari

4 m x 5,0 m

  • Waktu tinggal pada saat beban puncak = 1,6 Jam

(asumsi jumlah limbah 2 x jumlah rata-rata).

  • Beban permukaan (surface loading) rata-rata = 15 m3 / m2. hari
  • Beban permukaan pada saat puncak = 30 m3 / m2. hari
  • Standar : Waktu tinggal : 2 – 4 jam
  • Beban permukaan : 20 – 50 m3/m2. hari. (JWWA)

1.2.5.Biofilter Anaerob

BOD Masuk: 225 mg/l

Efisiensi: 80%

BOD Keluar: 45 mg/l

Debit Limbah: 300 m3 / hari

Unutk pengolahan air dengan proses biofilter standar BEban BOD per volume media0,4 – 4,7 kg BOD / m3. hari

Ditetapkan beban BOD yang digunakan = 1,0 kg BOD / m3. hari.

Beban BOD di dalam air limbah = 300 m3 / hari X 225 g/m3 = 67,5 kg / hari

67,5 kg/hari

Volume media yang diperlukan = ¾¾¾¾¾¾ =67,5 m3

1,0 kg/m3.hari

Volume Media = 60 % dari total Volume rekator,

Volume Reaktor yang diperlukan = 100/60 x 67,5 m3 = 112,5 m3

Waktu Tinggal Di dalam Reaktor Anaerob =

112,5 m3

=¾¾¾¾¾¾¾ x 24 jam / hari =

150 m3 / hari

= 9 jam

Ditetapkan dimensi Reaktor Anaerob :

  • Dimensi :

Lebar : 4,0 m

KEdalaman air efektif: 2,0 m

Panjang: 14,0 m

Tinggi ruang bebas: 0,4 m

Volume efektif: 112 m3

Jumlah ruang: di bagi menjadi 4 ruangan

Konstruksi: Beton K300

Tebal dinding: 20 cm

Waktu Tinggal Reaktor Anaerob rata-rata =

112 m3

=¾¾¾¾¾¾¾ x 24 jam / hari =

300 m3 / hari

= 9 jam

  • Waktu tinggal rata-rata (per ruangan): 2,25 jam
  • Tinggal ruang Lumpur: 0,2 m
  • Tinggi Bed media pembiakan mikroba: 1,2 m
  • Tinggi air di atas bed media: 30 cm

66,5 kg BOD/hari

BOD Loading per volume media = ¾¾¾¾¾¾¾¾¾ = 1,0 KG BOD/m3.hari.

(4 x 14 x 1,2) m3

Standar high rate trickling filter : 0,4 – 4,7 kg BOD/m2.hari. (Ebie Kunio, 1995)

Jika Media yang dipakai mempunyai luas spesifik ± 150 m2/m3 media, maka:

  • BOD Loading per luas permukaan media = 6,0 gr BOD/m2 per hari

1.2.6.Biofilter Aerob

Debit Limbah: 300 m3/hari

BOD Masuk: 45 mg/l

Efisiensi: 60%

BOD Keluar: 18 mg/l

Beban BOD di dalam air limbah = 300 m3/hari X 45 g/m3= 13500 g/hari = 6,75 kg/hari

Jumlah BOD yang dihilangkan = 0,6 x 13,5 kg/hari = 8,10 kg/hari

Beban BOD per volume media yang digunakan = 0,5 kg/m3. hari

Volume media yang diperlukan = (13,5/0,5) = 27,0 m3

Volume media = 40% dari Volume Reaktor ®

Volume Reaktor Biafilter Aerob yang diperlukan = 100/40 x 27m3 = 67,5 m3

Biofilter aerob terdiri dari dua ruangan yakni ruang aerasi dan ruang bed Media.

Dimensi Reaktor Biofilter Aerob:

  • Ruang aerasi :

Lebar: 4,0 m

Kedalaman air efektif: 2,0 m

Panjang: 4,0 m

Tinggi ruang bebas: 0,4 m

  • Ruang Bed Media :

Lebar: 4,0 m

Kedalaman air efektif: 2,0 m

Panjang: 4,8 m

Tinggi ruang bebas: 0,4 m

Total Volume Efektif Biofilter Aerob = 4 m x 8,8 m x 2 m = 70,4 m3.

Konstruksi: Beton K275

Tebal dinding: 20 cm

Chek :

  • Waktu tinggal total rata-rata = (70,4/300) x 24 jam = 5,6 jam
  • Waktu tinggal total pada saat beban puncak : 2,8 jam
  • Tinggi Ruang Lumpur : 0,5 m
  • Tinggi Bed media pembiakan mikroba : 1,5 m
  • Volume total media pada biofilter aerob = 4 m x 4,8 m x 1,5 m = 28,8 m3

Chek :

  • BOD Loading Per volume media = (13,5 / 28,8) = 0,47 Kg BOD/m3.hari.

Standar high rate trickling filter : 0,4 – 4,7 kg BOD/m2.hari.

Jika media yang dipakai mempunyai luas spesifik 150 m2/m3, maka :

  • BOD Loading = 3,13 g BOD/m2 luas media per hari.

Kebutuhan Oksigen :

Kebutuhan oksigen di dalam reactor biofilter aerob sebanding dengan jumlah BOD yang dihilangkan.

Jadi : Kebutuhan teoritis = Jumlah BOD yang dihilangkan =8,1 kg/hari.

Faktor keamanan ditetapkan ± 2,0®

Kebutuhan Oksigen Teoritis = 2 x 8,1 kg/hari = 16,2 kg/hari.

Temperatur udara rata-rata = 28 o C

Berat Udara pada suhu 28 o C = 1,1725 kg/m3.

Di asumsikan jumlah oksigen di dalam udara 23,2%.

Jadi :

Jumlah Kebutuhan Udara Teoritis =

16,2 kg/hari

= ¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾

1,1725 kg/m3 x 0,232 g O2/g Udara

= 59,6 m3/hari

Efisiensi Difuser = 3 %

59,6 m3/hari

Kebutuhan Udara Aktual =¾¾¾¾¾¾¾¾¾ =

0,05

= 1192 m3/hari = 0,82 m3/menit

= 820 liter/menit

Blower Udara yang di perlukan :

Spesifikasi Blower :

Kapasitas Blower: 200 liter / menit

Head: 2000 mm-aqua ( 2 meter )

Jumlah: 4 unit x 2 (paralel alternate saat beban puncak)

Power: 200 watt X 4 x 2 = 1600 watt

Pipa outlet: ½ Inc

Kelistrikan: 1 fase

Difuser Udara :

Total transfer udara = 1600 liter/menit

Tipe Difuser yang digunakan : Perforated Pipe Diffuser atau yang setara (diffuser bentuk piringan dll)

1.2.7.Bak Pengendap Akhir

Debit Limbah: 300 m3/hari

BOD Masuk: 20 mg/l

BOD Keluar: 20 mg/l

Waktu Tinggal di dalam Bak = 2 – 4 jam

3

Volume bak yang diperlukan = ¾¾¾ X 300 m3 = 37,5 m3

24

  • Dimensi :

Lebar: 4,0 m

Kedalaman air efektif: 2,0 m

Panjang: 5,0 m

Tinggi ruang bebas: 0,4 m (disesuaikan dengan kondisi lapangan).

Konstruksi: Beton K275

Tebal dinding: 20 cm

Chek :

Waktu Tinggal (Retention Time) rata-rata =

4 m x 5,0 m x 2 m

= ¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾ x 24 jam/hari = 3,2 jam

300 m3/hari

300 m3 / hari

Beban permukaan (surface loading) =¾¾¾¾¾¾¾¾¾ = 15 m3/m2. hari

4 m x 5,0 m

  • Waktu tinggal pada saat beban puncak = 1,6 Jam

(asumsi jumlah limbah 2 x jumlah rata-rata).

  • Beban permukaan (surface loading) rata-rata = 15 m3/m2. hari
  • Beban permukaan pasa saat puncak = 30 m3/m2. hari.
  • Standar : Waktu tinggal = 2 – 4 jam
  • Beban permukaan = 20 -50 m3/m2. hari (JWWA)

1.2.8.Media Pembiakan Mikroba

Media biofilter yang digunakan adalah media dari bahan plastic yang ringan, tahan lama, mempunyai luas spesifik yang besar, ringan serta mempunyai volume rongga yang besar sehingga resiko kebuntuan media sangat kecil.

Spesifikasi Media biofilter yang digunakan :

Material: PVC sheet

Ukuran MModul: 25 cm x 30 cm x 30 cm

Ketebalan: 0,15 – 0,23 mm

Luas Kontak Spsesifik: 150 m2/m3

Diameter lubang: 3 cm x 3 cm

Warna: bening transparan.

Berat Spesifik: 30 – 35 kg/m3

Porositas Rongga: 0,98

Jumlah, total media yang dibutuhkan = 67.5 m3 + 28.8 m3 = 96.3 m3

Spesifikasi Media Biofilter Tipe Sarang Tawon :

Tipe

:

Sarang Tawon, cross flow

Material

:

PVC

Ukuran Modul

:

30 cm x 25 cm x 30 cm

Ukuran Lubang

:

3 cm x 3 cm

Ketebalan

:

0,5 mm

Luas Spesifik

:

150 m2/m3

Berat

:

30 – 35 kg/m3

Porositas Ronga

:

0,98

Warna

:

Bening transparan

1.2.9.Pompa Air Sirkulasi lumpur

Rasio Sirkulasi Hidrolik (Hydraulic Recycle Ratio, HRR) = 0,25 – 05

Laju Sirkulasi: 75 – 150 liter per menit

Spesifikasi Pompa:

Tipe: Pompa Celup

Kapasitas: 75-150 liter per menit

Total Head: 5-6 meter

Jumlah: 2 buah (satu untuk cadangan)

Listrik: 350 watt, 220-240 volt

Hitungan ini saya sadur dan dari berbagai sumber yang ditulis oleh pakar peneliti ahli di negeri ini. Mudah mudahan ada guna dan manfaatnya.

Bagaimana gambar dimensional dari rancangan STP ini ? jawabannya akan saya posting pada potingan berikutnya.

Rabu, 18 April 2012

Ruang Genset dan Trafo

Ruang Genset dan Trafo / Power House / Transformer and Generator Set Room
Ruang Genset dan Trafo

Tulisan MEP diganti Gambar MEP (sementara)

Untuk sementara, dikarenakan kesibukan mengasuh anak di rumah dan kesulitan waktu luang untuk membuat artikel, artikel - artikel tentang Mekanikal Elektrikal Plambing diganti dengan posting gambar gambar saja. Kata orang, gambar bisa berbicara sejuta kata. Tapi jika tidak dijelaskan dengan tulisan memang cukup sulit juga untuk dimengerti, terkecuali untuk orang yang sudah terbiasa berkecimpung di bidang ini.
Jadi untuk sementara waktu, artikel MEP nya saya stop dulu, kecuali jika dapat sumber yang tinggal copy  - paste, baru akan di upload artikel lagi.

Elevator

Elevator / Lift / Tranportasi Vertikal / Vertical Transportation

Selasa, 17 April 2012

Skematik Diagram Kolam Renang Untuk Rumah Tinggal

Skematik Diagram Kolam Renang Untuk Rumah Tinggal / Hotel / Residential
Residential Swimming Pool Schematic Diagram
SKEMATIK DIAGRAM INSTLASI PEMIPAAN KOLAM RENANG KECIL UNTUK RESIDENTIAL

Diagram Skematik Instalasi Pipa Air Kotor Hotel

Diagram Skematik Instalasi Pipa Air Kotor / Diagram Skematik Instalasi Pemipaan Air Kotor / Diagram Skematik Instalasi Pipa Air Kotor, Air Bekas dan Vent / Diagram Skematik Instalasi Pipa Air Buangan / Waste Water Schematic Diagram / Sewage Water Schematic Diagram / Black Water, Waste Water & Vent Schematic Diagram

Diagram Skematik Pemipaan Air Bersih dan Air Panas Hotel

Diagram Skematik Pemipaan Air Bersih dan Air Panas / Diagram Skematik Instalasi Pemipaan Air Bersih dan Air Panas / Cold Water and Hot Water Schematic Diagram / Domestic Water Schematic Diagram

Diagram Skematik Sistem Hydrant dan Springkler - Hotel

Diagram Skematik Sistem Hydrant dan Springkler / Diagram Skematik Instalasi Pemadam Kebakaran / Fire Fighting Schematic Diagram.



Jumat, 13 April 2012

Menentukan Utilitas Kamar Hotel

Didalam sebuah hotel, biasanya terdapat banyak kamar dengan satu atau lebih type kamar. Langkah awal mendisain MEP sebuah kamar hotel adalah menentukan titik-titik utilitas, seperti :

  • air bersih & air panas
  • buangan air kotor
  • exhaust fan
  • fresh air fan (jika ada)
  • lampu
  • sakat
  • Stop kontak
  • outlet data
  • outlet tv
  • outlet telephone
  • key tag
  • springkler head
  • Air Conditioning
  • Diffuser
  • Speaker
  • Fire Detector
  • dan lain lain
setelah titik - tiktik itu ditentukan bersama dengan arsitek, interior disainer dan struktur engineer, kemudian kita menentukan dimensi dan posisi shaft ulitiltas. Shaft ini diusahakan tegak lurus dari kamar hotel lantai terbawah sampai kamar teratas. Untuk menghemat ruang dan biaya, 2 unit kamar hotel dapat menggunakan satu buah shaft. Shaft ini tidak boleh terhalang balok struktrur, dimensinya harus mencukupi untuk lewatnya pipa - pipa, ducting, kabel dan lain lain. Untuk mempermudah perawatan, dibuatkan pintu shaft ke arah koridor hotel.

Dibawah ini contoh gambar denah furnitur dan perkiraan titik - titik utilitas

Diagram Satu Garis Pemanggil Perawat

Gambar Diagram Satu Garis Pemanggil Perawat / Nurse Call Single Line Diagram

Rabu, 11 April 2012

Diagram Satu Garis Deteksi Kebakaran

Dibawah ini contoh Diagram Satu Garis Deteksi Kebakaran / Fire Alarm Single Line Diagram

Diagram Satu Garis Elektrikal

Berikut ini contoh Diagram Satu Garis Elektrikal / Electrical Single Line Diagram

Dasar - Dasar Teori Elektrikal

Untuk mempelajari perencanaan sistem Elektrikal dalam bangunan, ada baiknya kita mempelajari teori dasar dan teori praktis tentang elektrikal. Banyak sekali buku - buku teori maupun panduan praktis yang sudah diterbitkan. Jika ingin belajar dari internet, saya rekomendasikan link di bawah ini :
http://www3.sea.siemens.com/step/downloads.html
Kenapa saya rekomendasikan ini ?
jawabannya :
  • Gratis, dan bebas untuk disebarluaskan, yang dipelukan hanya sedikit bandwidth koneski internet
  • Insinya praktis, tentang hal hal yang ada di industri atau dilapangan pekerjaan
  • di buat oleh salah satu vendor yang cukup punya nama.
kesulitannya adalah buku-buku ini ditulis dalam bahasa Inggris, tapi untuk sebagian orang hal ini mungkin tidak masalah. Mudah - mudahan link diatas bisa bermanfaat untuk yang kebetulan sedang mencari referensi tentang sistem Elektrikal.

Belajar HVACR di Internet

Untuk mempelajari lebih dalam tentang simulasi mesin - mesin pendingin, silahkan ikuti link - link di bawah ini :
http://www.eere.energy.gov
http://au.refrignet.danfoss.com

Untuk dasar dasar dan aplikasi mesin pendingin dan tata udara yang berbahasa Indonesia, saya rekomendasikan di blog dan website-nya Pak Asep Hermawan :
http://hvactutorial.wordpress.com/
http://hvac-tutorial.blogspot.com/
atau fan pagenya di facebook :
http://www.facebook.com/hvac.tutorial
Atau jika ingin bergabung dengan Asosiasi Pendingin Indonesia, forum diskusi maupun membership, silahkan ikuti forum diskusi di facebook dan ataupun website API :
http://www.facebook.com/group.php?gid=78942594929
http://asosiasipendinginindonesia.wordpress.com/
Disana dapat kita dapatkan berton - ton informasi yang sangat berguna tentang HVACR, juga terdapat forum diskusi dan berkenalan dengan kawan - kawan yang bergerak di industri HVAC.

Selasa, 10 April 2012

Contoh - 2 Ruang Pompa Hydrant Springkler & Pompa Booster








Gambar di atas adalah contoh sketsa layout ruang pompa hydrant - springkler dan pompa booster
Spesifikasi Pompa Pemadam Kebakaran
ELECTRIC FIRE PUMP, ELECTRIC JOCKEY PUMP, DIESEL FIRE PUMP C/W FIRE PUMP CONTROLLER, The fire pump, driver, controller, and accessories shall all be furnished by the pump manufacturer. The pumping unit shall be listed by Underwriters’ Laboratories, Inc. (UL) and/or Factory Mutual Research Corp. (FM). The pumping unit shall also meet the requirements of the National Fire Protection Association, pamphlet No. 20 (NFPA 20), and be acceptable to the authority having jurisdiction.

a. Electric Hydrant Pump
Type : Horizontal End Suction
Cap : 750 gpm
Rotary : 2900 Rpm
Head : 120 M
Power : 111 kw/3Phs/50 Hz
Max Temp : 80° Celcius
lengkap dengan asesories, Electric Fire Pump Controller


b. Diesel Hydrant Pump
Type : Horizontal End Suction
Cap : 750 gpm
Rotary : 2100 Rpm
Head : 145 M
Power : 110 HP
Max Temp : 80° Celcius
lengkap dengan asesories, tangki BBM dan Diesel Fire Pump Controller

c. Jockey Hydrant Pump
Type : Vertical Inline Multistages
Cap : 50 gpm
Rotary : 2900 Rpm
Head : 130 M
Power : 11 KW/3Phs/50 Hz
Max Temp : 80° Celcius
lengkap dengan asesories
Spesifikasi Pompa Booster
Pressure booster system supplied as compact assembly according to DIN standard
1988/T5.
All pumps are speed-controlled.
From 0.37 to 22 kW, the booster set is equipped with CR(I)E pumps with integrated
frequency converter.
As from 30 kW, the booster system is equipped with CR pumps connected to external
Grundfos CUE frequency converters (one per pump).
- Hydro MPC-E maintains a constant pressure through continuous adjustment of
the speed of the pumps.
- The system performance is adapted to the demand through cutting in/out the
required number of pumps and through parallel control of the pumps in
operation.
- Pump changeover is automatic and depends on load, time and fault.
- All pumps in operation will run at individual speeds.
The system consists of these parts:
- 3 vertical multistage centrifugal pumps, type CRN20-5.
Pump parts in contact with the pumped liquid are made of stainless steel EN
DIN 1.4301.
Pump bases and heads are of either cast iron) or cast iron
EN-GJS-500-7 (CR), depending on pump type; other vital parts are made of
stainless steel EN DIN 1.4301.
The pumps are equipped with a service-friendly cartridge shaft seal, HQQE
(SiC/SiC/EPDM).
- Two manifolds of stainless steel EN DIN 1.4571.
- Base frame of stainless steel EN DIN 1.4301.
- One non-return valve (POM) and two isolating valves for each pump.
Non-return valves are certified according to DVGW, isolating valves according
to DIN and DVGW.
- Adapter with isolating valve for connection of diaphragm tank.
- Pressure gauge and pressure transmitter (analog output 4-20 mA).
- Control MPC in a steel cabinet, IP 54, including main switch, all required fuses,
motor protection, switching equipment and microprocessor-controlled CU 351.
Dry-running protection and diaphragm tank are available according to the list of
accessories.
Pump operation is controlled by Control MPC with the following functions:
- Intelligent multi-pump controller, CU 351.
- Constant pressure control through continuously variable adjustment of the
speed of each individual pump.
- PID controller with adjustable PI parameters (Kp + Ti).
- Constant pressure at setpoint, independent of inlet pressure.
- On/off operation at low flow.
- Automatic cascade control of pumps for optimum efficiency.
- Selection of min. time between start/stop, automatic pump changeover and
pump priority.
- Automatic pump test function to prevent idle pumps from seizing up.
- Possibility of standby pump allocation.
- Possibility of backup sensor(redundant primary sensor).
- Manual operation.
- Possibility of external setpoint influence.system on/off,
* max., min. or user-defined duty
* up to 6 alternative setpoints.
- Digital inputs and outputs can be configured individually.
- Pump and system monitoring functions:
* minimum and maximum limits of current value
* inlet pressure
* motor protection.
* Sensors and cables monitored against malfunction.
* Alarm log with the previous 24 warnings/alarms.
- Display and indication functions:
* 320 x 240 pixels graphical display with backlight
* green indicator light for operating indications and red indicator light for fault
indications
* potential-free changeover contacts for operation and fault.
- Grundfos bus communication.
Pumps, piping, cabling complete as well as Control MPC are mounted on the base
frame.
The booster system has been preset and tested.
Allowed liquid temp.: 5 °C .. 70 °C
System pressure max.: 16 bar
Flow (Plant): 87 m³/h
Flow without one stand-by pump acc. DIN 1988/T5: 58 m³/h
Flow (Pump): 22.3 m³/h
Head: 47.1 m
Mains suply: 380 - 415 V, 50 Hz, PE
Nom. current of plant: 33 A
Number of main pumps: 3
Nominal power: 5.5 kW
Starting main: electronically
Number of aux. pump(s): 0
Suction port: DN 100
Discharge port: DN 100
Net weight: 426 kg

Senin, 09 April 2012

Bangunan dan Perancangan Air Conditioning

Esensi dari suatu sistem perancangan air conditioning adalah bagaimana menciptakan suatu kondisi ruangan dengan temperatur, kebersihan dan kelembaban udara yang nyaman atau sesuai dengan keinginan atau persyaratan. Sebelum kita mempelajari lebih jauh tentang sistem air conditioning ada baiknya kita sedikit mempelajari bagaimana sebuah bangunan bekerja.

Sebuah bangunan biasanya terdiri dari:

  • Tapak atau site tempat atau lokasi dimana bangunan itu berdiri struktur bangunan yang merupakan penopang utama supaya bangunan bisa berdiri building empelove yang merupakan bagian perimeter pembungkus luar sebuah bangunan,baik dari sisi samping, atas maupun bawah.
  • Partisi yang merupakan sekat antar ruangan - ruangan yang berada di dalam bangunan Bukaan yang marupakan jalan sirkulasi bagi penghuni bangunan, atau cahaya atau udara.
  • Isi dari bangunan itu sendiri.

tidak hanya terbatas dengan hal-hal yang telah disebutkan di atas, ada banyak lagi komponen komponen bangunan. Dapat kita simpulkan, sebuah bangunan bisa berdiri kokoh dengan struktur bangunan yang memadai mampu menopang semua beban struktur, pembungkus bangunan dapat melindungi isi bangunan dari gangguan cuaca, panas matahari, hujan, debu dan pengganggu dari luar. Fungsi fungsi ruang pada bangunan terjaga dengan adanya sekat - sekat antara ruang. Sirkulasi penghuni bangunan yang efektif disesuaikan dengan fungsi dari bangunan tersebut. Pasokan udara segar dan pertukaran udara yang memadai, dan masuknya sinar matahari yang mencukupi ke dalam bangunan untuk mencegah kelembaban yang berlebihan. Itulah kira kira sekilas tentang bagaimana sebuah bangunan bekerja.

Selain prinsip kerja sebuah bangunan, hal lain yang menjadi dasar pemikiran adalah prinsip prisip pemindahan panas. Panas dapat berpindah dari dengan cara sebagai berikut :

  • Konduksi ; rambatan
  • Kenveksi : aliran
  • Radiasi : pancaran

Untuk saat ini kita belum membahas lebih dalam lagi mengenai teori dasar thermodinamika, karena memerlukan bahasan yang sangat panjang dan waktu yang sangat lama.

Mengkondisikan udara di dalam ruangan dilakukan dengan cara meyerap panas dari ruangan dengan suatu mesin pendingin udara, sehingga suhu ruangan turun sesuai dengan suhu yang diharapkan. Besarnya kapasitas dari mesin pengkondisian udara ini di sebut kapasitas pendinginan atau cooling capacity. Untuk Effisensi energi, besarnya kapasitas mesin pendinginan udara ini harus harus sama dengan daya yang diperlukan untuk menurunkan panas ruangan dari suhu awal ke suhu rancangan. Faktor faktor yang mempengaruhi penambahan panas dalam ruangan, baik faktor internal maupun eksternal harus diperhitungkan untuk menentukan berapa besar kapasitas mesin pendingain yang akan dipasang. Jika kapasitas mesin pendingin udara terlalu kecil maka suhu yang diingikan tidak akan tercapai, jika terlalu besar, terjadi pemborosan energi dan investasi.