Senin, 23 Januari 2012

Skematik Pemipaan Air Besih

Di bawah ini adalah contoh skematik pemipaan air bersih untuk bangunan sederhana dengan sistem tangki air atas.
skematik ab

Hourly Analisys Programme - Carrier HAP E-20

Hourly Analisys Programme - Carrier HAP 4.3 adalah perangkat lunak yang paling populer digunakan untuk menghitung building energy load / Cooling & Heating Load. Pada gambar di bawah ini adalah contah hasil ahir perhitungan menggunakan HAP.
Hasil perhitungan ini biasanya jadi dasar pemilihan kapasitas peralatan peralatan pada sistem Air Conditioning, seperti AHU/FCU, chiller, dx unit, exhaust fan dan lain lain.
Final-Report

Diameter Pipa Utama Sistem Air Bersih

Untuk memperkirakan pipa utama dan beban puncak serentak pasa sistem distribusi air bersih, kita dapat menggunakan metode Water Suply Fixture Unit. Perlu diingat, yang akan kita cari di sini adalah debit dan diameter pada pipa utama dan pipa cabang utama, tanpa melihat routing pada pipa pipa ranting ke sanitary. Jadi kita hanya hitung dan kelompokan tiap cabang utama berdasarkan jenis sanitarya. Metoda ini digunakan untuk memperkirakan dengan cepat berapa kebutuhan debit air dan berapa ukuran pipa utama dan pipa cabang utamanya.
Berikut adalah gampar preview dari tampilan spread sheet excel yang digunakan untuk menghitung / memperkitakan debit dan diameter pipa utama dan pipa cabang utama.
WSFU

Minggu, 22 Januari 2012

STANDAR & REGULASI PROTEKSI KEBAKARAN

STANDAR & REGULASI PROTEKSI KEBAKARAN DI INDONESIA
A STANDAR NASIONAL INDONESIA
1. SNI 03-1735-2000 Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan Dan Akses Lingkungan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada
Bangunan Gedung.
2. SNI 03-1736-2000 Tata Cara Perencanaan Sistem Proteksi Pasif Untuk
Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah
Dan Gedung.
3. SNI 03-1745-2000 Tata Cara Perencanaan Dan Pemasangan Sistem Pipa
Tegak Dan Slang Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran
Pada Bangunan Rumah Dan Gedung.
4. SNI 03-1746-2000 Tata Cara Perencanaan Dan Pemasangan Sarana Jalan Ke
Luar Untuk Penyelamatan Terhadap Bahaya Kebakaran
Pada Bangunan Gedung.
5. SNI 03-3985-2000 Tata Cara Perencanaan, Pemasangan Dan Pengujian Sistem
Deteksi Dan Alarm Kebakaran Untuk Pencegahan Bahaya
Kebakaran Pada Bangunan Gedung.
6. SNI 03-3989-2000 Tata Cara Perencanaan Dan Pemasangan Sistem Springkler
Otomatik Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada
Bangunan Gedung.
7. SNI 03-6570-2001 Instalasi Pompa Yang Dipasang Tetap Untuk Proteksi
Kebakaran.
8. SNI 03-6571-2001 Sistem Pengendalian Asap Kebakaran Pada Bangunan
Gedung.
9. SNI 03-6574-2001 Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat, Tanda Arah
Dan Sistem Peringatan Bahaya Pada Bangunan Gedung.
10. SNI 09-7053-2004 Kendaraan Dan Peralatan Pemadam Kebakaran - Pompa
B UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA
1. UU RI No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung
C KEPUTUSAN MENTERI PEKERJAAN UMUM
1. Kepmen PU No.: 441/KPTS/1998 Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.
2. Kepmen PU No.: 11/KPTS/2000 Ketentuan Teknis Manajemen
Penanggulangan Kebakaran Di Perkotaan.
3. Kepmen PU No.: 10/KPTS/2000 Ketentuan teknis pengamanan terhadap
bahaya kebakaran pada bangunan gedung
dan lingkungan.
D PERATURAN & KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA & TRANS.
1. Permenaker No.: Per.04/Men/1980 Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan
Alat Pemadam Api Ringan
2. Permenaker No.: Per.02/MEN/1983 Instalasi Alarm Kebakaran Automatik
3. Inst.Menaker No.:Ins.11/M/BW/1997 Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan
Kebakaran
4. Kepmenaker No.: Kep.186/MEN/1999 Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja
E PERATURAN DAERAH DKI JAKARTA
1. Perda No. 3 Tahun 1992 Tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran
dalam Wilayah DKI Jakarta

Perkembangan Kerekayasaan modern

Manusia selalu berusaha mengambangkan alat dan bangunan menjai sumberdaya alam yang bermanfaat, seperti bajak, gergaji, kincir, mesin uap dan sebagainya. Bersama sama dengan keahlian lain, tumbuhlah ahli kerekayaan kuno yang kegiatannya dapat di lihat pada Benteng romawi, Piramida Measir, Istana Tajmahal dan sebagainya. Mereka adalah cikal bakal insinyur modern. Perbedan antara insinyur klasik dan insinyur modern adalah pada dasar pengetahuan dan kreasi mereka. Para insinyur klasik dan insinyur modern adalah pada dasar pengetahuan dan kreasi mereka. Para insinyur klasik merancang jembatan, mesin, dst berdasarkan pengalaman praktis, akal sehat, coba-coba dan daya cipta. Pengetahuan praktis merupakan kumpulan pengalaman yang diturunkan melalui cara magang. Hal ini kontras terhadap yang modern karena hampir tanpa dasar sains.
Kerekayasaan kini merupakan kelanjutan dari situasi yang berubah sejak 1.5 abad yang lalu. Sains maju pesat dan terhjadi akumulasi informasi yang sangat berguna. Mulai abad ke-19, para insinyur memenfaatkan potensi sains untuk solusi-solusinya, maka berkembanglah rekayasa modern. Rekayasa modern bukanlah semata-mata sambungan dari sains, karena insinur-insinyur telah ada jauh sebelum sains tumbuh.
Kerekayasaan masa kini tetap mengemban esensi misinya yang sama. Daya cipta, pertimbangan keahlian, dan pengetahuan empirik tetap merupakan andalan para praktisi kerekayasaan sepanjang waktu. Insinyur ada bukan semata-mata untuk aplikasi sains, akan tetapi karena tugasnya untuk memecahkan masalah dan menggunakan sains bila tersedia.
They do wahat they must do, use science when applicable, intuition when useful, and trial and error when necessary.

Perbedaan sains dan kerekayasaan
Scientist explore what is, and engineers create what has never been (von karman)

Proses kegiatan ilmuan
• Menyusun hipotesa menerangkan gejala alam
• Mencari data untuk pengujian toeri-teori
• Menyusun wawasan, rencana, menyiapkan instrumen, melaksanankan (secara ilmu pasti)
• Mencoga mengeneralisasi / merampatkan hasil2 eksperimen
• Publikasi lewat artikel atau kertas ilmiah

Sebagai contoh : Sumbangan ilmiah Formula Faraday tentang imbas elektromagnetik digunakan untuk dasar pembuatan Generator listrik.

Tidak berarti bahwa seorang ilmuwan tidak membuat instrument atau memecahkan masalah dan tidak berati pula bahwa seorang insinyur tidak melakukan riset untuk keperluan mendapat solusi atau proses yang akan di tempuh.

Kunci utama perbedaanya adalah terletak pada;
• Apa yang mendasari tujuannya
• Apa yang mendasari sarana untuk mencapai hasil akhirnya

Pengetahuan yang diperoleh dari riset seorang insinyur merupakan informasi tambahan bagi proses dasar yang dipakai untuk solusinya.
Tujuan utama ilmuwan adalah sains itu sendiri, sedangkan prosuk akhir kerekayasaan adalah peralatan, struktur atau proses.

Proses merancang (desain)
• Kelayakan ekonomis
• Keselamatan
• Akseptasi masyarakat
• Kemungkinan pembuatan
• Penerapan sains untuk pengembangan

Proses penelitian sains
• Validitas (keberlakuan teori)
• Reproduksibilitas eksperimen
• Metoda pengamatan gejala alam

Seorang pandai tetapi tanpa pengetahuan rekayasa mungkin dapat memikirkan suatu solusi, tetapi akan terlalu suluit baginya untuk merinci sampai alat jadi dan berfungsi.
Inti dari setiap solusi adalah invention murni, hasil dari kecerdasan seorang insinyur. Namun tanpa pengetahuan teknik khusus dan sains, tidak mungkin mengubah ide dasar menjadi solusi yang berfungsi.

Perekayasa yang kompeten biasanya memiliki :
• Pengetahuan yag faktual (factual knowledge)
• Keterampilan (skill)
• Sikap mental (attitude)
• Kemampuan untuk mendidik dan meningkatkan kemampuan diri (capacity for continuing improvement)

Pengetahuan Faktual

Ilmu pengetahuan dasar
• Fisika
• Kimia
• Pengetahuan lainnya
Ilmu pengetahuan terapan
• Ilmu dasar listrik
• Termodinamika
• Mekanika benda padat
• Mekanika fluida
• Eelktronika
• Ilmu pengetahuan alam
Pengetahuan empirik
• Prosedur prancangan
• Profil
• Tabel/monogram

Pengetahuan lainnya
• Ilmu sosial
• Pengetahuan budaya
• Ekonomi/manajemen
Keterampilan
• Merancang
• Daya cipta
• Pertimbangan
• Simulasi
• Eksperimen
• Pencapaian kesimpulan
• Komputasi
• Optimasi
• Pengumpulan fakta dan informasi
• Penalaran
• Komunikasi
• Bekerjasama
Sikap Mental
• Sikap bertanya (ingin tahu)
• Objektif (berorientasi masalah)
• Profesional
• Bersifat terbuka (open minded)

Kemampuan untuk mendidik dan meningkatkan kemampuan diri
Memupuk pengalaman
Membaca buku, majalah ilmiah –profesi
Mengikuti konferensi / lokakarya profesi
Dst

Buku Ducting - SMACNA

Buku HVAC SYSTEMS DUCT DESIGN di release oleh SMACNA.... disajikan dalam dua gaya Metric dan US units... isinya berbagai macam resep untuk mendesign Duct dengan berbagai macam tip & trick dari Chef yang berpengalaman dari amrik sono......
buku ini dapat disedot gratis di rapidshare... linknya lupa lagi (maklum udah lama banget), lupa kuncinya tapi masih inget syirnya... he he he kalau mau ketik saja judul bukunya di field "search" rapidlibrary...

Hydrant SNI 03-1745-2000

Cara pemasangan sistem hidran untuk gedung menurut SNI 03-1745-2000 adalah sebagai berikut:
a. Peralatan dan komponen sistem hidran gedung: Hidran terdiri dari kotak hidran dan kopling pengeluaran aliran air, pompa dan instalasinya, serta perpipaan.
b. Jumlah dan perletakan hidran gedung disesuaikan dengan klasifikasi bangunan dan luas lantai ruangan yang dilindungai oleh hidran.
c. Debit air minimum 400 liter/menit dan minimum tekanan pada titik tertinggi sebesar 4,5 kg/cm2.
d. Diameter selang minimum 3,75 cm (1,5 inch).
e. Diameter pipa tegak untuk klasifikasi A, B, (5 cm), klasifikasi D (6,25 cm).
f. Ukuran kotak hidran: panjang 52 cm, lebar 15 cm dan tinggi 66 cm.
g. Kopling pengeluaran aliran air: Hidran gedung dengan pipa tegak yang berdiameter minimum 10 cm harus mempunyai kopling pengeluaran aliran air berdiameter minimum 6,25 cm yang sejenis dengan kopling peralatan unit mobil pemadam kebakaran.
h. Persyaratan bahan: harus baru, berkualitas baik, minimum klas medium, memenuhi spesifikasi bahan bangunan dalam SKBI dan SII, bahan pipa dan fitting terdiri dari baja, baja galvanis, besi tuang dan tembaga. Bahan komponen hidran terdiri dari kotak hidran, selang gulung, pipa pemancar, pipa hidran.
i. Kotak hidran dipasang pada ketinggian 75 cm dari permukaan lantai.
j. Sumber air dapat berasal dari PDAM, BPAM, sumur artetis, sumur dalam, persediaan air minimum 30.000 liter.
k. Pompa menggunakan pompa kebakaran, minimal 1 buah, sumber tenaga berupa generator darurat.
l. instalasi hidran gedung: pipa induk (15 cm), pipa cabang (10 cm).
Cara pemasangan sistem hidran halaman sama dengan cara pemasangan sistem hidran untuk gedung, terkecuali hidran yang hanya terdiri dari kopling pengeluaran aliran air, debit air 1000 l/menit, diletakkan 10 m dari jalan lingkungan, dipasang dengan ketinggian 50 m dari permukaan tanah, panjang selang 30 m dan diameter 6,25 cm.
Instalasi pipa horizon dalam bangunan harus diberi penggantung, pipa yang menembus beton bangunan harus diberi selongsong, pipa yang menembus beton bangunan yang mempunyai lapiasan kedap air, rongga antara pipa dengan selongsong dibuat kedap air, sambungan pipa terdiri dari sambungan ulir, sambungan las dan sambungan cepat.
Setelah instalasi selesai dipasang, lakukan pengujian kebocoran dengan tekanan hidrostatik 20 kg/cm2 selama 4 jam. Semua sistem hidran diuji secara berkala 3 bulan sekali. Berita acara pengujian dan sertifikat layak pakai dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.


maaf kalo ada kesalahan penulisan... :D
Indoor Hydrant Box...Foto kejadian kebakaran pada gambar adalah kejadian beberapa bulan yang lalu, tepat disamping rumah tempat tinggal kami... waspadalah dengan bahaya kebakaran....

KAPASITAS FIRE WATER RESERVOIR

Anggap saja kita sudah menghitung flow (laju aliran) suatu sistem Hydrant dan Springkler, untuk bangunan dengan kategori LIGHT HAZARD, misalnya 750 GPM. Lalu berapa besarkah reservoir yang dibutuhkan untuk menampung air untuk sistem hydrant & springkler?

Dengan menggunakan metode Water Demand Requirements — Pipe Schedule Method yang mengacu kepada NFPA 13 pasal 7, tabel Table 7-2.2.1 Water Supply Requirements for Pipe Schedule Sprinkler Systems. Maka kebutuhan besarnya Fire water Reservoir tersebut harus mampu menampung air untuk kebutuhan minimal untuk durasi antara 30 – 60 menit. Durasi ini adalah waktu perkiraan minimal yang dibutuhkan sistem untuk menangani kebakaran sampai datangnya Fire Resque Team.
Jika kita ambil waktu 30 menit maka besarnya kapasitas fire water reservoir adalah = 750 x 3,785 x 30 = 85162 liter atau 85,162 m3

fire water