Minggu, 25 Maret 2012

Memperkirakan Flow Rate pada pipa air bersih

Memperkirakan flow rate diperlukan menentukan ukuran pipa atau peralatan plambing lainnya. Untuk menentukan flow rate ini diperlukan tools seperti di bawah ini :
 Tabel Water Supply Fixture Unit (WSFU)
 Tabel atau Grafik konversi dari WSFU ke Gallon Per Minute (GPM)
Dalam bahasa Indonesia WSFU ini diterjemahkan sebagai Unit Alat Plambing (UAP). Untuk satu alat plambing tunggal / single, 1 WSFU dapat di katakan sebagai 1 GPM.





Langkah langkahnya kurang lebih seperti ini :
 Hitung alat plambing yang dilayani pada tiap titik yang akan di hitung flow rate nya
 kalikan jumlah alat plambing dengan unit alat plambing yang tertera pada tabel, pastikan kita tidak keliru dalam menentukan alat plambing “plublik” dan alat plambing “private”, tidak kelitu antara air dingin dan air panas.
 Dapatkan jumlah akumulasi dengan menjumlahkan hasil perkalian.
 Melihat pada table atau diagram untuk mngkonversi WSFU ke GPM



Nah, sampai di sini kita sudah dapat dapat mendapatkan flow rate dari jaringan distribusi pipa air bersih yang kita rancang. Tetapi flow rate yang kita dapat ini menggunakan satuan gallon per minute (gpm) atau dengan sistem imperial. Jika kita akan menghitung kapasitas peralatan atau menghitung diameter pipa, kita harus mengkonversikan gpm ke satuan m3/second (SI / metrik) atau ke satuan SI yang lain
1 gpm = 0.0002523608 m3/s
1 gpm = 0.2523608 l/s
1 gpm = 3.785412 l/m
1 gpm = 0.2271247 m3/h

Konversi ini kita sesuaikan saja dengan kebutuhan, misalnya saat kita akan menentukan kapasitas pompa, satuan yang populer digunakan di pasaran adalah m3/h atau l/m. Ukuran diameter pipa biasanya dalam satuan milimeter.
Bagaimana hubungan antara flow rate dengan diameter pipa ? Persamaan debit atau flow adalah seperti ini :
Q = A x V
dimana:
Q adalah flowrate (m3/s)
A adalah luas penampang pipa atau conduit (m2)
V adalah kecepatan aliran pada pipa (m/s)

Dalam sistem plambing, kecepatan aliran air dalam pipa biasanya dirancang antara 0.5 – 2.0 m/s. Kecepatan lebih dari 2.0 tidak diperkenankan karena akan timbul turbulensi yang menyebabkan kebisingan, atau abrasi pada dinding pipa, tekanan keluaran pada alat plambing yang tinggi hingga membuat tangan kita kesakitan dan hal hal yang merugikan lainnya.
Dengan mengetahui flow dan kecepatan, maka dengan mudah kita akan mendapatkan luas penampang pipa. Selanjutnya kita menghitung diameter pipa dari luas penampang yang sudah didapat dengan menggunakan formula / rumus lingkaran.

0 komentar:

Poskan Komentar